April 2013 lalu, teman-teman dari XII IPA 3, SMA 4 Surabaya berkunjung ke Desa Wisata Jelok, Paket yang diambil adalah paket Live-in menginap 3 hari 3 malam di desa wisata jelok.
Dokumentasi berikut kami posting juga guna menjawab beberapa rasa penasaran dan pertanyaan rekan-rekan yang ingin mengambil paket Live-In di desawisatajelok.
Paket live-in sendiri dapat dilihat rincinya di Tab Paket Wisata (Belum termasuk outbond dan kegiatan). Untuk pertanyaan lebih rinci bisa menghubungi CP di tab contact atau mention twitter @desawisatajelok.
Dan berikut sebagian dari dokumentasi :
Dalam terminologi masyarakat Gunungkidul kita mengenal istilah “rasulan”atau bersih desa (dusun), sebagai refleksi rasa syukur. Yaitu rasa syukur atas pemberian Tuhan selama setahun dalam bentuk melimpahnya hasil pertanian, peternakan, dan terjaganya dari bahaya.
Dan tahun ini, seperti tahun tahun sebelumnya #dewielok telah menggelar FESTIVAL DAN MERTI KALI OYO yang dimulai pada 26 Mei 2013 kemarin.
berikut ulasan acara dalam lensa kamera
*credit photo : @lusijogja (mbak lusi)
Bagi pecinta kuliner, belum lama ini Desa Wisata Jelok melaunching kuliner dengan cita rasa tradisional yang tentu nikmat dan patut dicoba. Kuliner ini adalah "Gudeg sinuwun Desa Wisata Jelok". Gudeg sinuwun adalah gudeg yang dibuat dari jantung pisang. Rasanya tentu saja sangat nikmat disandingkan dengan nasi putih, ikan wader kali Oyo, dan teh panas ala desa wisata jelok.
Berikut ini ada video launching Gudeg Sinuwun yang diiringi
gending / tembang jawa:
Di
Desa Wisata Jelok yang berada di kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa
Yogyakarta tentunya kita akan merasakan nuansa Pedesaan khas Yogyakarta dan
juga keindahan pemandangan alam yang menakjubkan.
Suasana yang sejuk dan asri dengan
semua keramah tamahan lokal dan jauh dari bisingnya menjadikan Desa Wisata
Jelok mempunyai nilai lebih tersendiri. Mulai dari pintu masuk (area parkir)
pengunjung akan langsung berjalan kaki sejauh 300meter melewati Jembatan
Gantung yang membentang di atas sungai Oyo. Jembatan gantung yang merupakan
akses untuk menuju dusun Jelok ini hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki atau
motor roda dua. Hamparan sawah terbentang di seberang jembatan, yang merupakan
jalan ke sekertariat Dewielok. Sesampainya di Sekertariat, pengunjung dapat melihat
bangunan utama Berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu, juga
cottage serta fasilitas pendukung seperti toilet, serta balai pertemuan. Jalan
Setapak untuk mengelilingi area cottage di sekitar
Desa Wisata Jelok ( Dewi Elok), berada di Dusun Jelok, Desa
Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Desa Wisata Jelok dapat dapat ditempuh
kurang lebih 30km dari pusat kota Yogyakarta dan 15 km dari pusat kota Wonosari.
Rute yang paling mudah untuk sampai di Desa Wisata Jelok yaitu lewat Jl
Wonosari km25. Dari jalan raya tersebut, dilanjutkan ke Dewi Elok yaitu jalan aspal
sejauh 4km yang dapat dilewati oleh mobil, motor, dan juga rombongan wisata
menggunakan bus. Sesampainya di parkiran kendaraan, perjalanan menuju
sekertariat pengurus Desa Wisata Jelok dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh
300m. Saat datang, pengunjung akan langsung melewati pintu masuk Desa Wisata
Jelok yaitu jembatan gantung yang membentang diatas sungai Oyo.
Desa Wisata Jelok hadir dengan semangat pluralitas, kebersamaan, kegotongroyongan,
pelestarian lingkungan hidup dengan bertumpu pada entitas budaya dan kearifan
lokal serta pengurangan resiko bencana.
Apa
yang bisa dilakukan di dewielok?